Sabtu, 13 Juni 2009
" Blind Me Behind"
Taste like poisons crawl in my mind
You keep writing what you think
And I don't care about your world
In this room,
I’m choking
By the tone you waste to teach
Now,
I'm imprisoned here
But you'll never gonna get
The best of me
If the pain of restless gain
I never let you to handle me
You fight me like an enemy
When you try to killing me
I never let you come
To invite me join your side
I never let me down
Under your pressure inside
“BLIND ME BEHIND”
"Arranged Fault"
This my own song,,,,
please read, hehe...
Walking down the street
Alone, nobody to confide
Let he grow stronger
Than before
How could he tell them?
It just could be a nightmare
As long as they live
Not to concern or hold on
Try to be a man
With high responsibility
Much better than a Sneaker
Should grow his patience
To help them through this
And keep them save and sane
Life's not always in the hand
Sometimes we're abandoned
Messed up and left
“ARRANGED FAULT”
Kamis, 04 Juni 2009
Suatu Hari Dalam Hidupku part I
Angin malam berhembus kencang, menggoyang batang-batang pepohonan tinggi yang berjajar di sepanjang kompleks East Bay. Daun-daun yang sudah berganti warna berjatuhan ke tanah yang kering dan dingin. Hari masih gelap, sepotong bulan sabit muncul redup di langit, tertutp awan-awan tipis berarak dan kabut. Bintang-bintang hanya berkerlap-kerlip tidak jelas, kadang muncul kemudian menghilang ditelan gelap malam. Sunyi, hanya suara serangga-serangga yang keluar di malam hari dan kelebat sayap seekor burung hantu di antara pepohonan.
Suasana East Bay malam ini jauh berbeda dengan suasana New York City pada malam hari. Cahaya lampu di kota dan keramaian sepanjang malam seolah menggantikan bintang-bintang yang hadir di atas langit New York yang cerah malam itu. East Bay memang terletak di sebuah teluk di pinggiran New York sebelah timur. Tidak seperti malam-malam biasanya, malam ini suasana East Bay benar-benar sepi. Malam-malam sebelumnya, suasana East Bay tidak jauh berbeda dengan New York. Malam ini, hanya sesekali terdengar suara mobil melaju dengan cepat di tengah dinginnya malam musim gugur di jalanan East Bay.
Felicity Dawn Gwynedd, malam itu terbangun pada pukul dua malam di tengah-tengah waktu tidurnya. Ia segera menyingkirkan selimut dari kakinya, mengambil segelas air putih di meja sebelah tempat tidurnya, dan meneguknya dengan cepat. Segera setelah ia menaruh gelasnya, ia berjalan menuju meja komputernya dan menyalakannya. Ia memutuskan untuk mebuka akun e-mailnya untuk mengecek e-mail yang masuk.
”Dingin sekali...” gumamnya. Sebantar lagi musimm dingin akan tiba, akhir musim gugur kali ini udara cukup kering. Kemungkinan salju akan turun lebih awal tahun ini.
Matanya menelusuri layar komputernya dan melihat-lihat kotak masuknya. Hanya ada tiga e-mail baru yang masuk. Satu dari sahabatnya, Annabel, dan dua e-mail dari teman-temannya di California. Felice membaca ketiganya dengan cepat. Beberapa kali angin dingin berhembus, seperti menembus tembok, masuk ke dalam kamarnya di lantai dua rumah keluaraga Gwynedd. Ia menggigil dan berdiri, kemudian ia berjalan menuju lemari pakaian untuk mengambil selapis sweater untuk menghangatkan dirinya.
“Aneh, mengapa malam ini sepi sekali?” ia bergumam pada dirinya sendiri. Tidak biasanya East Bay sepi pada malam hari. Setelah menemukan sebuah sweater, ia menggunakannya dan duduk kembali di meja komputernya.
***
Sebuah Cerita
AKu punya sebuah cerpen nih....
boleh dibaca........
Agak nggak jelas sih,,,,
kubikin per-part....
selamat membaca!
Selasa, 02 Juni 2009
Woohooo
Atas rahmat dan kasih sayangmu,
akhirnya aku lolos seleksi pertama AFS.....
(sujud syukur)
Yah, walaupun baru seleksi pertama....
tapi aku bahagia....
