Angin malam berhembus kencang, menggoyang batang-batang pepohonan tinggi yang berjajar di sepanjang kompleks East Bay. Daun-daun yang sudah berganti warna berjatuhan ke tanah yang kering dan dingin. Hari masih gelap, sepotong bulan sabit muncul redup di langit, tertutp awan-awan tipis berarak dan kabut. Bintang-bintang hanya berkerlap-kerlip tidak jelas, kadang muncul kemudian menghilang ditelan gelap malam. Sunyi, hanya suara serangga-serangga yang keluar di malam hari dan kelebat sayap seekor burung hantu di antara pepohonan.
Suasana East Bay malam ini jauh berbeda dengan suasana New York City pada malam hari. Cahaya lampu di kota dan keramaian sepanjang malam seolah menggantikan bintang-bintang yang hadir di atas langit New York yang cerah malam itu. East Bay memang terletak di sebuah teluk di pinggiran New York sebelah timur. Tidak seperti malam-malam biasanya, malam ini suasana East Bay benar-benar sepi. Malam-malam sebelumnya, suasana East Bay tidak jauh berbeda dengan New York. Malam ini, hanya sesekali terdengar suara mobil melaju dengan cepat di tengah dinginnya malam musim gugur di jalanan East Bay.
Felicity Dawn Gwynedd, malam itu terbangun pada pukul dua malam di tengah-tengah waktu tidurnya. Ia segera menyingkirkan selimut dari kakinya, mengambil segelas air putih di meja sebelah tempat tidurnya, dan meneguknya dengan cepat. Segera setelah ia menaruh gelasnya, ia berjalan menuju meja komputernya dan menyalakannya. Ia memutuskan untuk mebuka akun e-mailnya untuk mengecek e-mail yang masuk.
”Dingin sekali...” gumamnya. Sebantar lagi musimm dingin akan tiba, akhir musim gugur kali ini udara cukup kering. Kemungkinan salju akan turun lebih awal tahun ini.
Matanya menelusuri layar komputernya dan melihat-lihat kotak masuknya. Hanya ada tiga e-mail baru yang masuk. Satu dari sahabatnya, Annabel, dan dua e-mail dari teman-temannya di California. Felice membaca ketiganya dengan cepat. Beberapa kali angin dingin berhembus, seperti menembus tembok, masuk ke dalam kamarnya di lantai dua rumah keluaraga Gwynedd. Ia menggigil dan berdiri, kemudian ia berjalan menuju lemari pakaian untuk mengambil selapis sweater untuk menghangatkan dirinya.
“Aneh, mengapa malam ini sepi sekali?” ia bergumam pada dirinya sendiri. Tidak biasanya East Bay sepi pada malam hari. Setelah menemukan sebuah sweater, ia menggunakannya dan duduk kembali di meja komputernya.
***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar